Mengenai Saya

Foto saya
Denpasar, BALI, Indonesia

Kamis, 14 Oktober 2010

Manajemen Perawatan




Klasifikasi Maintenance.JPG
Menurut Ebeling (1997), perawatan (maintenance) didefinisikan sebagai aktivitas agar komponen/sistem yang rusak akan dikembalikan/diperbaiki dalam suatu kondisi tertentu pada periode tertentu. Manajemen perawatan bertujuan untuk mempelajari, mengidentifikasi, mengukur, dan menganalisis serta memperbaiki kerusakan fungsi operasional suatu sistem dengan meningkatkan umur pakainya, mengurangi probabilitas kerusakan dan mengurangi downtime, yang pada akhirnya akan meningkatkan ketersediaan sistem tersebut untuk operasi. Manajemen perawatan selalu berhubungan dengan reliabilty, dan reliabilty pun selalu berhubungan denganfailure, karena walaupun suatu sistem atau komponen telah didesain, diproduksi, dan dioperasikan secara benar, tetapi kemungkinan kerusakan fungsional akan tetap ada. Klasifikasi perawatan dapat dilihat pada gambar berikut ini

Perawatan Pencegahan (Preventive Maintenance)
Preventive maintenance adalah aktivitas perawatan yang dilakukan sebelum sebuah komponen atau sistem mengalami kerusakan dan bertujuan untuk mencegah terjadinya kegagalan fungsi. Tujuanpreventive maintenanace adalah sebagai berikut :
1. Mencegah atau meminimasi akibat terjadinya kegagalan
2. Mendeteksi kegagalan
3. Menemukan kegagalan tersembunyi
4. Meningkatkan reliabilty dan availability komponen atau sistem tersebut.

Perawatan Berdasarkan Variabel Waktu (Time Directed Maintenance)
Kebijakan perawatan ini dilakukan berdasarkan variabel waktu. Kebijakan perawatan yang sesuai untuk diterapkan pada Time Directed Maintenance adalah Periodic Maintenance dan On-condition Maintenance. Periodic Maintenance (Hard Time Maintenance) adalah Preventive Maintenance yang dilakukan secara terjadwal dan bertujuan untuk mengganti suatu komponen atau sistem berdasarkan rentang waktu tertentu. Sedangkan On-condition Maintenance merupakan Preventive Maintenanceyang dilakukan berdasarkan kebijakan dari operatornya, yang meliputi kegiatan cleaning, inspection,dan lubrication. Faktor yang mendasari dua jenis Time Based Maintenance di atas, yaitu :
1. Faktor Keamanan (Safe Life Limit)
Kegiatan perawatan dilakukan karena tuntutan terhadap faktor keamanan atau faktor keselamatan yang tinggi.
2. Faktor Ekonomi (Economic Life Limit)
Dilakukan untuk kegiatan perawatan yang membutuhkan biaya yang besar. Perawatan pencegahan dengan penggantian komponen dilakukan secara terjadwal pada interval waktu tertentu. Jika terjadi kegagalan pada komponen sebelum mencapai usia penggantiannya, ada 2 kebijakan yang dapat digunakan, yaitu :
1. Age Replacement
Pada kebijakan Age Replacement, komponen akan diganti (discard) pada saat terjadi kegagalan dan kebijakan perawatan penggantian pencegahan akan dilakukan kembali pada saat komponen tersebut mencapai usia Tp jam dari waktu setelah dilakukannnya tindakan penggantian komponen (t1+Tp).

Age Replacement.JPG
2. Block Replacement
Pada kebijakan Block Replacement, komponen akan diganti pada saat terjadi kegagalan dan kebijakan perawatan pencegahan akan dilakukan kembali pada saat komponen mencapai usia Tp jam sejak komponen itu mulai beroperasi (T = 0).
Block Replacement.JPG












Condition Based Maintenance
Condition Based Maintenance adalah Preventive Maintenance yang dilakukan berdasarkan kondisi tertentu dari suatu komponen atau sistem, yang bertujuan untuk mengantisipasi komponen atau sistem tersebut agar tidak mengalami kerusakan. Kegiatan perawatan ini dilakukan apabila variabel waktu tidak diketahui secara pasti. Oleh karena itu, kebijakan yang sesuai dengan kondisi tersebut adalah Predictive MaintenancePredictive Maintenance adalah kegiatan perawatan yang dilakukan menggunakan sistem monitoring, antara lain pengukuran suara, analisis getar, dan sebagainya.
Failure Finding
Failure finding merupakan kegiatan Preventive Maintenance yang bertujuan untuk menemukan kegagalan yang tersembunyi dengan cara memeriksa fungsi tersembunyi (Hidden Function) secara periodik untuk memastikan kapan suatu komponen mengalami kegagalan.
Run to Failure
Run to Failure atau disebut juga No Scheduled Maintenance dilakukan apabila tidak ada tindakan pencegahan yang efektif dan efisien yang dapat dilakukan. Apabila dilakukan pencegahan, akan membutuhkan banyak biaya atau dampak dari kegagalannya tidak terlalu berpengaruh. Perawatan ini termasuk dalam Preventive Maintenance, karena merupakan kesengajaan dalam membiarkan perangkat mengalami kerusakan.
Perawatan Perbaikan (Corrective Maintenance)
Corrective Maintenance adalah kegiatan perawatan yang tidak direncanakan. Kegiatan ini dilakukan setelah suatu komponen atau sistem mengalami kerusakan dan bertujuan untuk mengembalikan kehandalan komponen atau sistem yang rusak tersebut pada kondisi seperti semula. Kegiatan perawatan ini bersifat tidak terjadwal, artinya tergantung dari kondisi komponen atau sistem itu sendiri.

Tidak ada komentar: